Just expresion my mind

Tampilkan postingan dengan label The Light and The Dark. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label The Light and The Dark. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Februari 2015

The Light and The Dark First Episode



Prolog
Banyak peradaban di dunia yang mencatat tentang ras manusia yang memiliki kemampuan tinggi. Tibet, Mesir, Mosopotamia, Inca, Aztek, Maya semua membahas hal yang sama. Manusia super, dalam hal ini mereka di sebut vender. Manusia yang bisa mengendalikan unsur alam. Air, bumi, api, udara, logam, petir, dan masih banyak lagi.
Sebenarnya mereka bukan penduduk asli bumi. Sebuah hirogrlif di Lembah Para Raja menggambarkan sebuah benda melayang mirip kapal terbang yang menendarat di bumi. Mereka adalah leluhur vender yang berasal dari sebuah planet yang jauh dari Bima Sakti.
Tapi itu sudah terjadi 2.500 SM. Sebelum peradaban manusia berkembang pesat. Suatu masa dimana bangsa Mesir kuno yang dikenal paling hebat pada masanya itu baru berkembang.

*****

Inilah kisah ras vender di dunia moderen
The Light and The Dark

Episode 1
Meet the Luz’s


Diantara kaum vender ada yang memiliki kemampuan hebat dibanding yang lain. Mereka disebut Luz atau cahaya. Mereka bisa mengendalikan lebih empat unsur elemen dasar vender. Water, earth, fire and air.


Puri Reflick, masa sekarang
“Cato saatnya sarapan” terdengar suara dari balik pintu
Seorang kemudian keluar. Tinggi, putih, dan sorot mata yang tajam dari matanya yang berwarna merah. Cato Alexander Arlarchi, nama yang diberikan untuknya. Pewaris clan Arlarchi yang terakhir. Clan yang terkenal sebagai clan api hebat dikalangan ras vender. Mereka memiliki sebuah puri di Islandia, tanah api dan salju.
Meja makan besar lengkap dengan berbagai hidangan sudah tersedia disana. Seperti biasanya Cato hanya sendirian menyantap sarapannya. Sebenarnya ada banyak pelayan di puri tapi mereka enggan makan bersama tuan muda walaupun Cato sering kali memaksa mereka.
Ketika sedang menikmati sarapan dan hendak minum, air di gelasnya mendadak naik ke atas.
“William Luis Mc.Brown keluarlah sekarang sebelum aku membuatmu hangus”
“hahaha, hello Cato. Kau tetap saja terlihat berbahaya” seorang remaja seusia Cato muncul dari balik pintu. Matanya biru seperti air. Ia kemudian duduk dan mengambil piring untuk sarapan.
“apa kau sendirian ? dimana yang lain ?”
“Hunter harus mengambil sesuatu dari Lord Arselan. Owen mungkin sedang perjalanan kemari”
“kenapa bukan kau yang datang ke Lord Arselan ?”
“ayolah Cato, Hunter is leader and older, hahaha”
excusme
“Hunter” mereka terkejut ketika tau Hunter mendadak muncul
“ku dengar ada yang membicarakanku” Hunter duduk dan ikut menikati sarapan bersama mereka
“hahaha, kenapa Lord Arselan memanggilmu ?” kata Cato
“sebaiknya kita tunggu Owen dulu sebelum aku membicarakannya”
“itu terlalu lama. Biar ku hubungi dia” Will mengeluarkan ponsel dari sakunya dan membuka skype untuk menghubungi Owen. Begitu tersambung “what wrong with you, Why did you not came hah ?” Will langsung memarahi Owen.
sorry guy’s. I have few problem in here” kata Owen dari ujung saja
Why so noisy ? Where are you ?
Gambar kemudian berganti ketika Owen bergerak untuk menunjukan susuatu.
desert ?” Hunter dan Cato mengerutkan dahi ketika melihat latar dibelakang Owen adalah gurun pasir yang gersang tapi banyak orang.
“ada apa ?” kata Hunter
“kalian pasti akan terkejut apa yang baru saja ku temukan”
“jadi kenapa kau menemui Lord Arselan” kata Cato
“langsung saja ke intinya. Golden Peony memutuskan untuk mempercepat pelatihan kita di Academy”
“what ?” Cato, Will dan Owen langsung terkejut
“para tetua Golden Peoney khawatir jika sewaktu-waktu kegelapan bangkit seperti tiga belas tahun lalu dan kita belum siap”
“tapi apa Council sudah menyetujuinya ?” kata Will
“tentu saja tidak. Kau tau para anggota Council bagaimana kan ?” kata Owen
I agree. Mereka mencuci otak masyarakat dan berkata bahwa keadaan aman-aman saja”
“tapi Academy mana yang ditunjuk Golden Peony ?”
“North Lake Academy” kata Hunter
“North Lake ? kau serius ?” kata Will
“memang kenapa dengan North Lake ? apa itu Academy yang buruk ?” kata Owen
“tidak, justu sebaliknya. North Lake salah satu academy vender terbaik. Dan kau tau siapa kepala sekolahnya ? Lord Arselan”
“pantas para tetua mengirim kita kesana” kata Cato
“aku masih banyak pekerjaan. Bye” Owen mengakhiri pembicaraan mereka


Mereka bertiga sedang menikmati sore hari di halaman belakang. Duduk di kusi santai yang berada di teras dan memandang hamparan rumput hijau. Will dan Hunter sedang fokus bermain catur sementara Cato membaca sebuah buku.
“kau salah langkah Hunter Oviler San Juan Domingo Felipe Hernandez”
Cato hanya tertawa ketika mendengar Will mampu menyebut nama lengkap Hunter dengan benar dan cepat.
Mendadak angin kencang dan suara gemuruh muncul. Sebuah helikopter terbang rendah dan sepertinya akan mendarat. Dan benar saja heli tersebut mendarat di halaman belakang. Seseorang kemudian keluar berpakaian ala timur tengah yang lusuh.
“sorry guy’s i’am late” ternyata itu Owen, setelah menurunkan beberapa tas miliknya ke tanah heli itu kembali terbang meninggalkan Puri. “para Luz sudah berkumpul. Hahaha” Owen menghempaskan tubuhnya ke kursi santai yang masih kosong.
Ya, mereka adalah Luz yang dimaksud. Arlarchi, Mc.Brown, Herandez, dan Larsen. Walaupun mereka masih remaja, mereka sudah mampu mengendalikan empat elemen dasar. Air, bumi, api dan udara mereka kuasai dalam waktu singkat.
“jadi apa yang ingin kau tunjukan pada kami ?” kata Cato, matanya masih terfokus pada halaman demi halaman buku.
“kalian akan sangat terkejut” Owen mencari-cari sesuatu di dalam tasnya dan akhirnya menemukan beberapa foto. Ia menetakan foto itu ditengah-tengah papan catur. “ngomong-ngomong aku mau mandi. Kamarku tak berpindah kan ?”
“tidak”
Owen kemudian masuk kedalam puri. Sementara mereka bertiga sibuk melihat foto-foto prasasti mesir kuno yang entah apa maknanya. Bukan prasasti utuh pula, beberapa bagian terlihat sudah rusak.
“ada yang bisa membaca hirogrlif ?” kata Will
“tidak, tapi mungkin Cato tau soal simbol ini” Hunter menunjuk sebuah simbol berbentuk seperti burung tapi hanya setengah bagian.
“apa kau pikir ini phoenix ? lambang kebadaian ? bagaimana dengan anubis ?” kata Cato
“ku kira tidak, tulisan anubis dalam hiroglif ada empat simbol dan burung adalah simbol ke-tiga”
“bagaimana jika urusan hiroglif itu tanyakan pada Owen. Sebenarnya aku pusing mendengarkan kalian” Will meminum orange jusnya hingga habis.

Karena sedang musim panas Islandia mengalami siang yang lebih lama dan malam yang pendek. Jadi walaupun mereka sedang makan malam diluar masih terang.
“jadi bagaimana ? apa kalian menemukan sesuatu di foto itu ?” kata Owen
“tanyakan saja pada Hunter dan Cato. Aku benar-benar pusing dengan simbol-simbol itu” kata Will
“hahaha. Tapi dimana kau menemukannya ?”
“di gurun pedalaman”
“tunggu, setauku peradaban mesir dibangun mengikuti alur sungai Nil” Will sudah selesai makan
“itulah salah satu misterinya. Biarkan waktu yang mengungkapnya”
“ngomong-ngomong soal waktu kapan kita berangkat ke Academy ?” kata Owen
“pertengahan musim panas. Tapi kita tidak diijinkan menggunakan telepoter”
“kau benar, lalu bagaimana cara kita kesana”
“suruh saja halikopter Owen untuk mengantar kita ke London, setelah itu naik kereta”
“benar, aku setuju denga Cato”

*****
Welcome to Academy,

Sesuai rencana mereka berangkat dari Reyjafick menuju London dengan helikopter. Perjalanan Reyjafick – London sekitar tiga jam melintasi Samudera Atlantik. Mereka harus berangkat pagi buta agar sampai di stasiun London tepat waktu.
“welcome back boy’s”
“Master Hans ?”
Master Hans salah satu pengajar di Academy. Ketika para Luz masih bayi dan dititipkan pada Lord Arselan, Master Hans dan Master Yi yang merawat mereka.
“jadi bagaimana kabar kalian ?” kata Master Hans
“amazing. I found someting in Egpty, you definitely intersting”
“hahaha. Oh keretanya akan berangkat. Tempati saja yang kosong”
Mereka kemudian naik dan mencari tempat kosong. Akhirnya mereka menemukannya di gerbong terakhir. Saat Will ingin membuka pintunya ternyata macet, tapi Hunter dapat membukanya dengan sekali sentak.
Cato langsung memasang earphone di telinganya dan memutar lagu. Hunter dan Owen browsing dan mencoba untuk memecahkan arti hiroglif itu. Sementara Will, dia tidur dan menutupi wajahnya dengan jaket.
Perlahan kereta mulai bergerak meninggalkan London. Barisan gedung-gedung kota mulai terganti oleh hamparan rumput hijau nan luas dan juga ladang penduduk. Angin musim panas berhembus masuk melalui celas diatas jendela.
“Owen bisakah kau berhenti bermain angin” kata Will dari balik jaket

Empat puluh lima menit kemudian kereta melambat. Mereka tiba di North Lake. Cato melepas earphone dan membiarkannya berada dileher. Setelah mengambil barang masing-masing mereka berjalan keluar. Hal yang pertama kali adalah.....menjadi pusat perhatian para gadis.
Owen bisa mendengar mereka sedang dibicarakan melalui angin yang berhembus.
“Cato, cobalah untuk tersenyum”
“why ?”
“ya, lagi pula dia menjaga image sebagai handsome and quite, hahaha” kata Will
Sebenarnya Cato sangatlah ramah. Kesan yang pertama kali tergambar dari wajahnya memang pendiam bahkan dingin.
North Lake, sebuah kota kecil ditepi Danau Noch. Tenang, indah dan damai cocok untuk menggambarkan kota ini. Penduduknya juga sangat ramah. Sepanjang jalan menuju kastil banyak toko-toko yang menyediakan kebutuhan para murid academy. Toko buku, toko pakaian, perabotan, dan restoran tak ketinggalan. Dari kejauhan sebuah kastin tua terlihat megah.
“itu Academny-nya ?” kata Owen
“ya. Memang terlihat kuno tapi tidak dengan bagian dalam. Kudengar baru direnovasi dan menggabungkan unsur modern didalamnya” kata Will
“sepertinya sangat menyenangkan” kata Hunter
“atau mengerikan, hahaha” tambah Cato

Sebuah spanduk bertuliskan welcome young vender terpasang diatas gerbang besi berwarna hitam itu. Memang benar ucapan Will, kastil ini lebih modern walaupun tidak menghilangkan sisi kunonya.
“hello boy’s”
“master” para Luz membungkuk memberi hormat
Master Yi, dari namanya saja wanita muda ini sudah bisa ditebak darimana dia berasal. Wajah oriental dengan rambut hitam yang dibuat sanggul kecil dengan sebuah hiasan kecil berbentuk bunga.
“where is the room, Master ?” kata Will, selama di Academy mereka tinggal di asrama.
“i will show you, but not this time. First, you all must meet Lord Arselan”
Mereka mengikuti Master Yi menuju ke salah satu menara yang tampaknya paling tinggi dan paling besar.
“Master, mereka sudah datang”
Lord Arselan tampak seperti kebanyakan kakek-kakek pada umumnya. Rambut yang sudah memutih, memiliki jenggot, memakai kacamata.
“tak perlu basa-basi lagi. Council sepertinya ingin ikut campur urusan pendidikan kalian”
 “kali ini apa yang dilakukan council Master ?” semuanya langsung terkejut termasuk Master Yi
Lord Arselan berbalik menatap keluar jendela “mereka melengkapi kalian menjadi lima orang”
“apa ? mereka gila ! Luz bukan gelar untuk sembarang orang. Itu gelar yang diwariskan empat keluarga. Bahkan tak semua anggota keluarga itu bisa menyandang gelar Luz” Master Yi semakin geram
“but who ? siapa yang akan melengkapi kami” kata Hunter
“Brian Carpoff. Untuk informasi soal council sudah cukup. Pelajaran akan dimulai besok, kalian boleh pergi. Dan Master Yi tunjukan para Luz ini asrama mereka”
“yes master”
Mereka mengikuti Master Yi dan berjalan keluar.
“apa asrama kami dipisah Master ?” kata Owen
“ya, disini kalian hanya akan berlatin mengontrol kekuatan kalian. Untuk dasar, ku yakin kalian sudah menguasainya dari kecil”
“tapi ngomong-ngomong siapa Brian ini ?” kata Cato
“apa dia hebat ?” kata Will
“Brian Carpoff, elemen utama adalah logam dan juga menguasai elemen tanah” Owen terfoukus pada ponsel yang ada ditanganya.
“ternyata hanya anak bisa. Jika hanya logam Hunter pun bisa jika sudah naik tingkat” kata Will
“tunggu dulu. Dengarkan ini, Brian juga merupakan tipe pendetektor dan ahli menggunakan senjata seperti pisau lempar dan tombak”
“entahlah seperti apa dia tapi kita harus menerimanya” kata Hunter
Sebuah menara yang berbentuk kotak  berdiri kokoh dihadapan mereka. Dinding batu pada menara itu ditumbuhi tanaman merambat yang memiliki bunga berwarna ungu gelap. Master Yi sudah pergi karena masih banyak pekerjaan.
Kemudian seorang anak laki-laki seusia mereka berdiri menatap mereka.
“hai guy’s. I’am your new member, Brian. Nice....”
“we know who are you” potong Will cepat-cepat
Merasa ada suasana yang tidak terlalu baik Hunter langsung membuka pintu dan menyuruh mereka masuk.
“aku menunggu lama karena pintu itu tak mau terbuka” kata Brian
“tentu saja. Pintu hanya akan terbuka oleh keturuan Luz” kata Will, ia segera naik ke lantai tiga untuk mencari kamarnya. Begitu pula Hunter, Cato dan Owen. Sementara Brian, ia memilih lantai dua.

“what wrong with you ?” Cato mengunjungi kamar Will yang bernuasa biru itu
“noting. Aku hanya merasa ada sesuatu yang aneh dari Brian” Will yang sudah selesai memindahkan pakaianya ke lemari langsung menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur
“aneh ?”
“ayolah Cato. Apa kau tidak merasakannya ?”
“sorry, i did’nt fell that”
“holla” Owen mendadak masuk di ikuti Hunter yang sedang membaca sebuah buku
“Acient Egpty ? jadi kalian serius ingin memecahkan hiroglif itu ?” Will hanya bisa menggelengkan kepala
“awalnya tidak, tapi setelah kami melihat simbol ankh dan scarab, tapi itu tidak begitu jelas”
“scarab ? maksudmu kumbang kotoran itu ?” kata Will
“jika ada ankh dan scarab berarti itu teks penting” kata Cato
“maksud mu ?”
“didalam hiroglif mesir ada sepuluh tanda paling penting. Horus eye, ankh and acarab adalah salah satunya” jelas Hunter, matanya masih terfokus pada buku ditangannya
“tapi kenapa kalian tidak menyuruh seseorang untuk memecahkan itu ?”
“sudah kubilang kan, jika ada scarab berarti ini bukan text biasa” Hunter menutup bukunya dan menghela nafas panjang.
Saat suasana tenang itu mendadak terdengar suara lirih, suara perut yang kosong
“ada yang lapar ?” kata Owen
Cato, Will dan Hunter hanya berpandangan dan memasang wajah konyol
“ayolah kita berangkat pagi-pagi buta dan itu belum sempat sarapan”
“ayo, lagi pula otakku cukup panas gara-gara simbol-simbol ini” Hunter bangkit dari tempat tidur dan diikuti yang lain.

*****
First Day,

Disaat murid-murid lain mulai sibuk karena aktivitas Academy dimulai pagi ini para Luz justru sebaliknya. Mereka santai dan menikmati sarapan pagi mereka.
“kita tak ada jadwal pagi kan ?” Owen memakan roti dengan telur dadar dan selada didalamnya
“tidak, kita akan mulai berlatih saat matahari terbenam” kata Hunter
“akhirnya kutemukan kalian” Master Yi datang
“master mencari kami ?” kata Cato
“sebenarnya aku butuh bantuan kalian”
“for what ?” kata Will
“well this is surprise, tapi sepertinya kalian akan menyukainya”
“interesting, let go master” Will langsung berdiri dari kursinya
Mereka mengikuti Master Yi menuju kesudut timur sekolah. Suara riuh terdengar ketika mereka sampai didepan pintu besar.
“morning student’s” Master Yi membuka pintu
“morning master” ternyata ruangan itu penuh dengan para murid baru academy. Ruangan yang mirip dengan keadaan alam, lantai tanah dan ada batu-batu, kolam air, dan juga obor-obor yang tertempel di dinding-dinding ruangan, cahaya matahari pagi menembus masuk melalui atap kaca. “kebanyakan dari mereka masih amatir dan belum bisa mengontrol cakra mereka sendiri”
“kami harus mengajari mereka ?” kata Owen
“ya, mungkin jika kalian yang mengajari, mereka akan lebih cepat mengerti. Ingat gunukan elemen dasar kalian saja”
“yes master” kata mereka berempat kompak
Master Yi mulai menjelaskan pada murid baru tentang apa itu cakra, apa itu elemen, dan bagaimana cara menggunakannya dengan baik, bijak dan tepat.
“sekarang kalian lihat demonstrasinya. Hunter mulailah, ajari dasar memindahkan batu”
Hunter menghantamkan kakinya ke lantai tanah dan bongkahan-bongkahan tanah berukuran besar muncul. Dengan sekali hentakan kaki bongkahan itu bergeser menghantam dinding, namun tak terjadi getaran.
“ruangan ini sudah dibuat agar tidak bergoyang, banjir, terbakar, ataupun terkena angin ribut” kata Master Yi. “berikutnya Will”
Will mulai dengan gerakan tangan yang pelan seperti orang menari. Air dikolam yang mengelilingi lantai tanah itu bergejolak.
“teknik dasar elemen air, membuat gelombang”
“Cato” ketika mendengar nama Cato para gadis berteriak heboh
“ayolah Cato, semangatlah !” kata Owen
Cato hanya berjalan pelan maju kedepan. Ia membuka telapak tangannya lalu api kecil mulai muncul,
“untuk elemen api, coba gunakan panas tubuhmu untuk membuat api ditelapak tangan dan jangan membakar dirimu”
“terakhir angin, berusahalan kendalikan udara disekiarmu. Rasakan itu dalam tanganmu lalu coba bunyikan lonceng bambu itu”
Owen langsung menggerakan tangannya dan membuat lonceng-lonceng yang terbuat dari bambu itu berbunyi indah.
Murid-murid diruangan itu hanya diam melihat para Luz’s menunjukan keahlian mereka masing-masing. Satu sisi para gadis-gadis terpesona dengan para Luz’s disisi lain anak laki-laki melihat mereka dengan tatapan tidak suka.
“oke, sekarang saatnya mencoba. Mengelompoklah sesuai elemen dasar kalian” kata Master Yi “dan untuk kalian berempat tolong awasi mereka”
Beberapa murid memang sudah bisa mengendalikan cakra mereka namun masih banyak yang benar-benar amatir. Mereka hampir saja terhantam batu, tersiram air, terbakar api dan diterbangkan angin karena para murid baru masih sangat sulit mengendalikan cakra mereka.



“aku benar-benar lelah” Owen menjatuhkan kepalanya keatas meja taman“mereka benar-benar amatir”
“tapi sepertinya Cato senang” kata Will
“what me ?” Cato melepaskan earphone yang menutupi telinganya
“kau mendapatkan banyak fans”
Memang sejak dari ruangnya tadi Cato membuat banyak gadis-gadis terkagum-kagum atas sifat dinginya dan juga wajahnya.
“tapi kenapa Cato, dia dingin dan matanya mengerikan” kata Will
“sudahlah, kau bisa mendapatkan banyak fans juga dengan senyuman mautmu kan ?” kata Hunter, ia datang bersama minuman dan makanan ringan.
“haha, itu bisa ku coba” Will langsung memasang senyum terbaiknya dan melihat sekeliling. Sekika para gadis yang berada di taman langsung tertegun.
Owen dan Hunter tertawa terbahak-bahak sementara Cato hanya menggeleng-gelengkan kepalanya
“jika salah satu dari mereka benar-benar menyukaimu dan menjadi maniak, kau akan tau rasa” kata Cato
“semoga tidak, haha” Will kembali memasang wajah biasa
“setelah ini tidak ada kelas lagi kan ?” kata Owen
“tidak sampai senja nanti” kata Hunter
“kalau begitu aku bisa tidur siang” Owen menguap dan Cato langsung memasukan potongan kentang goreng ke mulut Owen dan mereka kembali tertawa.

Mereka berjalan kembali menuju ke asrama mereka setelah selesai makan.
“ada yang melihat Brian” kata Owen saat membuka kamarnya. Ruangan yang sama besarnya dengan kamar Will tapi hanya warna dan beberapa ornamennya saja yang berbeda. Semua hijau dan perak mendominasi.
“apa perdulimu” jawab Will ketus
“tidak, hanya saja bukankah dia tak bisa keluar atau masuk dengan mudah. Ia harus masuk atau keluar bersama kita. Tapi sejak pagi aku tak melihatnya”
“Owen benar, dimana dia ?” kata Hunter
“mungkin masih berada dikelas. Tapi bukankah seharusnya semua murid baru ada di ruangan tadi” kata Cato
Mereka semua terdiam
“sudahlah aku lelah” Will menjatuhkan tubuhnya keatas kasur dan menutupi wajahnya dengan bantal
“bagaimana kau bisa tidur dengan seperti itu” Owen mengambil foto prasasti yang masih belum terpecahkan itu dari sebuah kotak rahasia yang tersimpan dilaci meja.
“biarkan dia, sepertinya Will benar-benar lelah. Bagaimana dengan isi prasastinya ?” kata Hunter
“itu terpotong” kata Cato
“maksudmu ?”
Cato langsung mengambil foto tersebut “lihat ini, bagian in terpotong dengan sempurna”
“berarti ini disengaja” kata Hunter
“tapi untuk apa ?” Owen semakin bingung
Will membuka bantal yang menutupi wajahnya “Cato pernah bilang itu teks penting jadi mungkin mereka menyembunyikan sesuatu yang tak ingin diketahui semua orang”
Mereka kembali diam setelah mendengar kata-kata Will “kenapa ?”
“tidak ada”
Will kembali menutupi wajahnya dengan batal.
“tapi sekarang dimana potongan yang lain ?” kata Cato
“entahlah, saat aku menemukannya memang begitu dan itu didalam kuil”
“kuil ?” kata Hunter
“ya, tapi itu kuil siapa aku tak tau. Tak ada petunjuk apapun disana”
“kuil kosong ? bagimana dengan dindingnya ? biasanya ada hiroglif kan ?”
“itu hanya kuil kosong. Benar-benar kosong dan hanya ada potongan prasasti itu”
“mungkin isi kuil itu sudah dirampas. Kalian tau kan kuil mesir bagaimana”
“emas, permata, berlian, semuanya berharga” kata Will dari balik bantal
“tapi kenapa mereka tidak mencuri prasastinya ?”
“ayolah Owen, kau kira batu itu berharga”
“tunggu seingatku Mesir beberapa kali diinvasi oleh bangsa asing. Hykos dan Romawi”
“ada kemungkinan prasasti itu disengaja dipecah sebelum invasi atau sesudah ?”
“masih terlalu jauh untuk menyimpulkan”
“kenapa kalian tidak pergi saja ke reruntuhan Hykos atau Romawi. Siapa tau kalian menemukan petunjuk”
“kau jenius Will !” kata Owen


“jangan sampai mereka mendapatkan perkamennya !” kata Hunter sambil terus berlari
Mereka terus berlari menembus lebatnya hutan. Sementara dibelakang mereka segerombolan black armor mengejar mereka. Beberapa dari mereka telah menyamai para Luz’s.
“turbo kick air” Owen mengeluarkan jurusnya dan seorang black armor terlempar jauh dan menabrak pohon hingga pohon itu hancur.
“fire dragon dart” Cato ikut ambil bagian. Ia melapaskan beberapa anak panah api yang begitu cepat seperti naga dan berhasil mengenai tiga orang sekaligus.
Pertarungan tampaknya mulai terjadi. Hunter ikut terlibat, suara dentuman keras tanah yang berbenturan terdengar dan membuat bumi terguncang. Will berusaha waspada dan menjaga gulungan perkamen yang ada dipinggangnya. Perkamen itu sempat berada di tangan musuh tetapi Will berhasil merebutnya kembali dengan tentakel air di tangannya.
“kita terjebak” Owen berbalik. Mereka berada di ujung tebing curam. Dibawahnya ombak besar menghantam dasar tebing.
“kalian memang para Luz yang melegenda tapi kalian tetap saja bocah” salah seorang black armor mendekati mereka dan mereka semakin terdesak mundur. Owen hampir saja terjatuh tapi Hunter cepat bertindak. Tepian tebing curam itu bergerak dan terlepas dari bagian tebing. Yang lebih mengejutkan itu mengambang.
“saatnya kita tunjukan kekuatan Luz sesungguhnya” kata Hunter
 “let’s play guy’s” kata Will. Ia yang memulai, lautan dibawah mereka semakin bergejolak. Dan ketika Will mengangkat tanganya air terangkat ke udara dan bersiap menghantam black armor didepan mereka.
“serang mereka !” lontaran api dari black armor berhasil Cato belokan dengan saat mudah bahkan Cato membalasnya dengan serangan hebat yang bahkan ikut membakar pepohonan.
Sapuan gelombang besar mengahantam black armor tapi ternyata diantara mereka ada vender air yang rupannya cukup hebat. Mereka memecah gerombolan black armor dan akan melawannya satu-satu. Api akan berhadapan dengan api, air dengan air, tanah dengan tanah dan angin dengan angin. Tapi mendadak keanehan terjadi saat Will berhadapan dengan black armor. Ia seperti lepas kendali, matanya memancarkan cahaya biru yang menyilaukan. Air yang tadi ia kendalikan menjadi ganas dan menyapu black armor yang tersisa.
“Hunter sekarang !” saat semua musuh sudah habis Cato langsung mengunci tangan Will kebelakang dan Hunter segera bertindak. Ia mengurung setengah badan Will dengan tanah. Hunter berusaha menstabilkan kembali kekuatan Will dengan menyentuh jidatnya. Perlahan cahaya yang keluar dari mata Will semakin padam dan hilang. Hunter menghilangkan tanah yang mengurung Will dan seketika Will terjatuh lemas.


Ruang silumasi diakhiri, simulasi selesai
Master Hans langsung menghampiri para Luz. Hunter dan Cato memapah tubuh Will menuju ke bangku panjang yang ada dipinggir ruangan.
“bagaimana keadaannya ?” kata Master Hans
“lemas tapi masih sadar” kata Cato
“akan kupanggilkan Master Yi. Kalian jagalah Will” Master Hans segera pergi untuk mencari Master Yi
“apa yang terjadi pada Will ?” kata Owen
“entahlah, aku juga tak tau” kata Hunter
“tapi ini bukan bulan purnama” Owen menatap ke atap ruangan simulasi yang berbentuk kubah dari kaca itu. Langit malam terlihat jelas dan bulan sudah setengah penuh.
Master Yi datang dengan tergesa-gesa diikuti Master Hans.
“cepat baringkan dia !” perintah Master Yi
Will langsung dibaringkan dan Master Yi mulai mengeluarkan air dari botol dipinggangnya. Perlahan air itu mulai membungkus tubuh Will. Setelah seluruh tubuh Will terbungkus dan hanya menyisakan bagian wajahnya saja air itu sepertinya mulai bereaksi. Memancarkan cahaya tapi agak sedikit redup daripada cahaya yang keluar dari mata Will tadi. Tubuh Will ikut bereaksi pula, ia menarik nafas panjang lalu seperti tertidur tenang.
“apa dia tidak apa-apa Master” kata Owen
“tak apa, dia sudah tenang sekarang”
“tapi apa yang sebenarnya terjadi ? sebelumnya Will tak pernah seperti ini” kata Cato
“aku sendiri tidak tau apa yang terjadi”
“ku kira dia akan naik tingkat mendahului Hunter” kata Owen
“mungkin Lord Arselan tau jawabannya”
“sayangnya Lord Arselan sedang pergi untuk pertemuan dengan councilium di Luxemburg. Lebih baik segera bawa ia kembali ke asrama dan jangan bairkan ada yang tau tentang hal ini”
“kalian juga harus istirahat. Kita latihan lagi seperti biasanya besok” kata Master Hans
Untung saja ketika mereka keluar dari ruangan simulasi hari sudah gelap jadi para murid academy sudah berada di asramanya masing-masing. Mereka dengan mudah membawa Will kembali ke asrama dan membaringkannya dikamarnya. Cato, Hunter dan Owen lalu berkumpul dibawah.



Midnight,
Seharusnya ini menjadi malam yang tenang tapi tidak. Sebuah suara seperti ledakan terdengar dan mengagetkan para Luz yang tertidur di ruang santai.
“apa yang terjadi” kata Owen
Cato membuka tirai jendela “bulannya !” bulan yang seharusnya terlihat putih mendadak berubah merah kehitaman dan sektika itu terdengar suara Will dari atas. Hunter langsung pergi ke atas untuk memeriksa keadaan Will.
“apa sekarang sedang terjadi gerhana” kata Owen
“tidak. Gerhana tak akan seperti itu, ku kira ini ada yang salah”
“but what ?”
“i don’t know”
“wait that, bukankah suara tadi cukup keras untuk membangunkan kita, tapi kenapa asrama lain tetap gelap dan tak terjadi apa-apa”
“sudah aku katakan, ada sesuatu yang aneh”
 “jika seluruh academy bahkan seluruh kota mendengar suara itu pastilah terjadi kepanikan sekarang”
Diluar memang tetap terlihat tenang dan sepi. Sepertinya yang lain tidak terpengaruh oleh suara ledakan tadi. Padahal suara ledakannya cukup keras bahkan membuat kaca asrama para Luz bergetar. Cukup untuk membuat kepanikan masal.
Terdengar suara langkah kaki menuruni tangga,
“bagaimana ?”
“dia sudah sedikit tenang sekarang, bagaimana dengan bulannya dan kondisi diluar” kata Hunter
“masih sama. Kau tau diluar benar-benar tenang, tidak terjadi kepanikan. Suara sekeras itu seharusnya bisa membangunkan satu kota. Ya itu analisis Cato saat ini, haha”
“apa sesuatu terjadi pada Will ?”
“ya, matanya berubah merah sepertimu”
“jangan-jangan dia saudaramu Cato”
“Owen !”
“so sorry”
“apa yang kau pikirkan kali ini ?”
“moon spirit”
“what ? what spirit ?”
“i think something wrong with water elemen know. Will tak bisa mengendalikan kekuatannya saat latihan tadi, seperti full mode. Kedua, bulannya berubah merah dan mata Will yang seharusnya biru juga berbuah merah. Menurutmu apa lagi ?”
“apa ini ulah black armor ?”
“entahlah. Tapi mulai sekarang kita harus selalu waspada”

*****
New morning,
Setelah sarapan pagi, mereka akan mengantarkan makanan untuk Will ke asrama. Banyak murid academy yang sedang berlalu lalang  memperhatikan mereka. Biasanya mereka berempat tapi hari ini bergita pastilah banyak pertanyaan yang muncul.
“apa Lord Arselan belum kembali ?” kata Owen, ditanganya masih ada sandwich sayur yang baru dimakan.
“darimana saja kau ?” kata Hunter
“sarapan. Kalian tau aku baru saja di introgasi oleh ibu penjaga kantin”
“soal Will”
“tentulah, kau pikir soal apa ?”
“lalu kau jawab apa” Cato berhenti, lalu mengamati wajah Owen dari dekat. Mata merah tajamnya membuat Owen sedikit melangkah mundur.
“Will sakit”
“baguslah” Cato kembali berjalan

Ketika mereka membuka pintu asrama Will turun dari tangga.
“kau bangun ?” kata Hunter
“kenapa ?” jawab Will, ia duduk di salah satu kursi
“tak apa” Hunter meletakan makanannya didepan Will “sebaiknya kau makan itu”
“thank’s, tapi memang aku kenapa ?”
“kau kelelahan” jawab Cato cepat
“rasanya aku tidur sangat lama” Will mencoba sedikit kentang tumbuk yang ada didepannya. Suasana menjadi hening dan tenang “berapa lama aku tidur sebenarnya !” kata Will dengan spontan sehingga membuat kaget semuanya.
“dua belas jam !” jawab Owen dengan spontan pula
Will hanya terdiam bahkan ia juga berhenti mengunyah
“saat latihan kemarin kau terlalu banyak menggunakan cakramu hingga batas maksimal” kata Cato dengan hati-hati dan mencoba menyakinan Will
“lalu bagaimana dengan kalian ?” kata Will
“itu cukup membuatku lelah” Owen mengambil bantal dikursinya dan menutupkannya ke wajahnya
“hari ini sebaiknya kau tak usah latihan. Pulihkan kondisimu” kata Hunter
“tapi itu pasti akan membosankan”
“pinjam saja buku dari kamar Owen” kata Cato
“lebih baik aku meminjam earphone mu lalu mendengarkan musik di taman daripada harus membaca buku-buku aneh milik Owen”
“akan ku pinjamkan, haha”
Mereka berusaha menghibur Will dan tidak menyinggung masalah semalam.

“aku akan kembali ke atas” kata Will setelah menyelesaikan sarapannya.
Setelah memastikan Will benar-benar ke atas dan masuk ke dalam kamarnya, mereka langsung ke luar menuju ke taman yang sepi.
“kau hampir saja membuka semuanya” kata Hunter
“so sorry, kalian tau kan aku paling lemah soal rahasia” Owen terlihat menyesal
“selama Will tidak curiga” tambah Cato
“tapi dia begitu,... em you know what i mean”
“sensitif”
“apa kita tidak memberitahu Lord Arselan ?”
“tidak, ku rasa beliau sudah mengetahuinya”
“lalu golden peoney ?”
“jika para tetua tau pasti sekarang sudah terjadi perang antara golden peoney dan councilium”
“bukankan sekarang sedang ada pertemuan di Luxemburg”
“Oh God”
“why”
“ku rasa sekarang sedang pasti terjadi sesuatu di Luxemburg”
“did you think same ?”
“about what ?”
“brian”
“um ?”
“dia menghilang semala dua hari dan itu sejak...”
“pertemuan di Luxemburg” Hunter dan Owen langsung memotong perkataan Cato
“off course he in there, dia keponakan Duke Carpoff” Cato berdiri dari posisi awalnya yang bersandar pada sebuah pohon maple besar,
“dia menjadi mata-mata council karena golden peoney memajukan pendidikan kita dan itu di North Lake bukan di academy yang sudah council siapkan. Apa itu yang kau pikirkan Cato ?” kata Owen
“yup”
“kita harus hati-hati dengan anak itu. Ku dengar kemampuannya sangat hebat, dia membantu councilium menghabisi para pemberontak di Puerto Costa”
“dia terlibat skandal Sao Vecente itu ?”
“ayolah Owen, kau itu selalu update bagaimana kau bisa tak tau berita itu ?”
“beritanya berbeda. Pastilah Council menutupi kejadian itu. Banyak kantor berita yang mereka duduki, London Portal, Tyne News, Out of World dan itu hanya di Britania saja” kata Hunter

*****
Latihan ke-dua, sore yang membeku

“kali ini kalian diperbolehkan menggunakan senjata, kalian bisa memilih sekarang” kata Master Hans
Para Luz’s dihadapkan pada jajaran senjata berbagai macam bentuk. Hunter memilih sebuah tombak, Owen memilih pedang yang memiliki ukiran berwarna hijau pada mata pedangnya, Cato tentu saja memilih panah begitu ia melihat senjata itu.
“sudah kuduga kalian akan memilih senjata itu” kata Master Hans
“i like this Master, apa aku terlihat mengerikan sekarang ? haha” kata Owen sambil mengacungkan mata pedangnya pada Hunter
“No” kata Hunter
“baiklah kita mulai”

Simulasi di mulai,
Mereka harus bertempur melawan pasukan bayangan yang sudah disiapkan. Benar-benar seperti perang sungguhan. Lawan yang mereka hadapi sangat tangguh dan bahkan mereka bisa menghindar atau membelokan senjata para Luz’s.
“Cato !”
Anak panah Cato secara mendadak terlepas dan mengarah ke Hunter, tapi untung saja Cato membakarnya sebelum mata panah yang begitu runcing itu mengenai tubuh Hunter.
Simulasi pertarungan diakhiri
Master Hans langsung menghentikan simulasi begitu melihat Cato kehilangan konsentrasinya.
“kau baik-baik saja Cato ?” kata Master Hans “tidak biasanya kau seperti ini”
 “jangan lagi” kata Owen
“Will !” Cato langsung berlari keluar dari ruang simulasi diikuti Hunter, Owen dan Master Hans

Beberapa murid academy bingung melihat para Luz’s dan Master Hans tergesa-gesa
 “what happen ?” kata Master Yi ketika mereka bertemu di dekat gedung timur
“something happen with Will, i feel that”
“we must go” Master Yi kemudian ikut bersama mereka menuju asrama para Luz’s

“aku akan keatas” Cato segera naik, ia bahkan tak sempat untuk melepas sepatunya
“Will ? Will ? Will ?” tiga kali tak ada jawaban Cato menerobos masuk, ia mendapati Will terbaring lemah di tempat tidurnya.
“guy’s come in !” teriak Cato
.
.
.
.
.
.
To Be Continued,...

kira-kira apa yang terjadi dengan Will ? lalu siapa Brian sebenarnya ?
tunggu kelanjutannya dalam The Light and The Dark episode 2 :D



Share:

Kamis, 01 Januari 2015

The Light and The Dark : Chapter 2

The Light and The Dark
Episode 2
Secreat of Water


“guy’s come in !” teriak Cato
“Owen kau tetap disini dan jaga pintunya, jika perlu pasang segel pintu dan jangan biarkan siapapun masuk !” kata Hunter, ia segera berlari menyusul Master Hans dan Master Yi yang sudah keatas sebelumnya.

Will terbaring di tempat tidurnya, tubuhnya menjadi pucat dan dingin seperti es. Sebagian kecil rambut coklatnya mulai memutih.
“apa dia membeku master ?” kata Hunter
“sepertinya begitu” kata master Yi
“apa yang harus kita lakukan sekarang”
“sepertinya aku bisa menahan pembekuannya” kata Cato
“kau gila ? kau itu api dan dia air, kau bisa ikut membeku”
“ku rasa tidak, aku punya dua garis keturunan”
“apa ?”
“ayahku memang arlarchi tapi ibuku adalah rivera, clan es di greendland”

Cato mulai menggerakan tangannya, mirip seperti gerakan pengendalian air. Perlahan tubuh Will terangkat ke udara. Air yang berbentuk seperti dua buah pita panjang mulai menyelimuti tubuh Will dan ketika kedua air itu bertemu diatas kepala airnya memancarkan cahaya biru seperti waktu itu. Tubuh Will turun dan kembali terbaring.
Cato membuang nafas panjang,
“aku tak tau sampai kapan ini berhasil”
“maksud mu ?”
“kau tau semua segel punya kelemahan dan ini seperti segel yang mengurung cakra Will untuk sementara. Lagipula aku benar-benar tidak tau tentang pengendalian es rivera lebih dalam lagi”
“kita kebawah sekarang” kata Master Hans

Mereka kembali ke bawah,
“apa yang terjadi ?” Owen ikut duduk bersama yang lain
“mungkin memang terdengar gila, tapi itu yang terjadi. Will....”
 “dia membeku” Cato langsung memotong perkataan Hunter
“what ? he’s freze ?”
 “lalu apa yang akan kita lakukan sekarang ?”
“menunggu Lord Arselan kembali”
“kurasa itu akan sangat lama”
Tiba-tiba saja sebuah gulungan jatuh di atas meja. Master Hans langsung mengambilnya
“apa itu ?”
“surat dari Lord Master, dengarkan ini”
Aku sudah tahu apa yang terjadi dengan Will, tapi maaf aku tidak bisa membantu kalian. Council sepertinya ingin menahan para tetua golden poeney. Kalian harus memecahkan masalah ini sendirian, ambil buku Secreat of Elemental di perpustakaanku, dan ini kuncinya.. Untuk Master Hans dan Master Yi, academy untuk sementara kalian ambil alih,

Lord Arselan,
Sebuah kunci memang ada didalam gulungan surat itu.
“kami harus kembali” kata Master Yi “maaf kami tidak bisa membantu banyak”
“tidak master master, ini sudah lebih dari cukup”
“jika ada perlu kalian tau dimana harus mencari kami”
Kedua master muda itu lalu pergi meninggalkan para Luz,
“Owen, kau dan Cato pergilah ke ruangan Lord Arselan sekarang” kata Hunter
“tidak, kurasa aku harus tetap disini. Setauku kalian tidak bisa menangani Will kan ?”
“ya kau benar”
“kami akan pergi
Owen dan Hunter segera berlari menuju ke ruangan Lord Master. Hari semakin gelap saja, suasana juga begitu sunyi. Cato mengawasi dari balik jendela kaca asrama, ia merasa aneh dengan kesunyian ini. Tiba-tiba terdengar suara pintu terketuk.
“who is there” Cato memang tak langsung membukaan pintunya
“Cato bukakan pintunya” suara Hunter terdengar
“ayolah Cato, ini kami, temanmu” suara Owen juga ikut terdengar
“kalau kau memang temanku, ada satu pertanyaan untukmu Owen”
“apa ?”
“siapa nama lengkap Hunter”
“Hunter Oliver San Juan Domingo Felipe Lopez”
Cato langsung membuka pintunya, tapi ia juga langsung menggunakan panahnya dan tepat mengenai jantung mereka.

 “bagai...mana....kau....tau....kami......palsu” kata Owen
“ada dua kesalahan besar kalian, pertama pintu ini bisa langsung kalian buka jika kalian memang Luz’s yang asli, tanpa harus memintaku membukakannya walaupun itu sudah diberi segel. Kedua dan kesalahan besar kalian adalah nama belakang Hunter adalah Hernandez buka Loper. Jadi selamat tinggal”
Cato kembali memanah mereka untuk kedua kalinya. Kemudian mereka berubah menjadi asap hitam lalu lenyap.
Hunter dan Owen yang asli berlari menuju Cato,
“apa yang terjadi ?” kata Hunter
“hanya sedikit kekacauan kecil” kata Cato datar
“maksud mu ?”
“sudahlah, kau bawa bukunya ?”
“ini” Owen menunjukan buku kuno tebal itu
“cepat masuk”
Cato kembali menutup pintunya,
“jadi bagaimana ? ceritakan padaku” kata Owen
“ya ada yang menyamar menjadi kalian”
“tapi bagaimana kau bisa mengenalinya”
“itu mudah, sangat mudah. Karena mereka membuat kesalahan besar”
“apa itu ?”
“nama belakang Hunter”
“apa ?” Hunter dan Owen terlihat bingung
“saat ku beri pertanyaan siapa nama lengkap Hunter, Owen palsu hampir saja menjawab benar kecuali nama belakangmu yang di ganti Lopez”
“hahaha, Lopez. Kau saudara dari Jennifer Lopez ?”
“diamlah”
“where is the book ?”
Owen langsung meletakan bukunya di meja dengan keras dan menimbulkan suara seperti tabrakan. Bahkan beberapa toples kaca yang berisi makanan kecil di meja itu ikut bergerak.

Hunter menghilangkan debu tebal yang menutupi sampul buku itu dan membuat Owen bersin.
“this, Secreat of Elemental”

Tapi yang mereka temukan dari buku itu hanya halaman kosong,
“kenapa semuanya kosong ?” kata Hunter
Owen merebut buku itu dari Hunter dan berharap saat ia membukannya sebuah tulisan akan muncul, tapi sama saja.
“wait” Cato membuat Owen berhenti membalik halamannya
“why ?”
“turn back” samar-samar Cato melihat sebuah tulisan “look this” Cato menunjukan Hunter dan Owen apa yang dia lihat
“it’s watermark” kata Hunter “kurasa lebih baik Cato yang membacanya”
Buku itu kembali berpindah, Cato menggunakan api kecil untuk membaca watermark yang ada dibuku itu. Ia sangat berhati-hati dan berharap semoga ia tak membakar buku itu.
“this, secret of water. Temukan air suci yang tersembunyi di gurun putih. Teratai emas akan menujukan jalan menuju gerbang yang tersembunyi diantara tiang-tiang langit”
“itu puisi atau apa ?” kata Owen
“itu petunjuk dan kurasa master Yi tau” kata Hunter
“aku benar-benar lelah. Sepertinya tidurku nyenyak malam ini” suasana mendadak jadi hening “kenapa ?”
“tak kusangka seorang Cato Alexander Arlarchi yang terkenal serius bisa menjadi santai seperti ini”
“ayolah lagi pula semunya sudah selesai. Will sudah dapat ditangani dan tempat ini sangat aman”
“aku setuju dengan Cato, jika mereka mencoba masuk itu sama saja menyerahkan nyawa mereka secara sukarela, haha” kata Owen

*****

“apa harus sepagi ini untuk bertemu master Yi ?” Owen berlari mengejar Hunter dan Cato yang sudah pergi terlebih dahulu, di tangannya ada sebuah sandwich yang sudah digigit sebagian
Mereka berhenti didepan ruangan master Yi yang mulai dipenuhi oleh murid-murid academy yang menunggu diluar,
“apa anda didalam master ?” kata Hunter
“masuklah”
Mereka lalu masuk keruangan master Yi
“bagimana kondisi Will ?” master Yi berbicara tanpa melihat para Luz karena pekerjaannya masih menumpuk, bahkan hampir menutupi wajahnya
“sudah stabil, ada yang ingin kami tanyakan master” kata Cato
“about what ?”
“kami menemukan semacam puisi di buku yang kami pinjam dari perpustakaan Lord Arselan kemarin”
“puisi ?”
“Temukan air suci yang tersembunyi di gurun putih. Teratai emas akan menujukan jalan....”
“menuju gerbang yang tersembunyi diantara tiang-tiang langit”
“jadi apa sebenarnya maksud puisi itu master ?”
Tiba-tiba saja murid-murid academy masuk ke ruangan master Yi,
“akan ku temui kalian saat latihan”
“baik master”

Sebuah anak panah hampir saja mengenai Cato, untung saja Cato cepat membuat benteng perlindungan dengan pengendalian tanah. Kali ini mereka latihan sendiri karena master Hans ada urusan,
“fokus Cato ! fokus !” kata Hunter
Cato membalasnya, bidikan tepat sasaran mengenai musuh didepannya. Tapi itu belum selesai, ia masih terkepung. Musuh bersiap kembali menyerang dengan elemen yang berbeda.
“one” serangan pertama menggunakan elemen tanah. Cato berhasil mengalahkannya dengan beberapa kali serangan
“two” serangan udara, sekali serang Cato menghempaskan musuhnya hingga membentur tembok dengan cukup keras
“theree” api, dengan mudah Cato mengalahkan tiga orang musuh sekaligun
“and this is last, four” air, musuh terakhir yang tersisa. Tapi saat Cato bersiap menyerangnya air tiba-tiba saja membeku. Musuh hampir saja mendapatkannya sebelum Cato kembali menggunakan anak panahnya.
Simulasi selesai,
Owen datang bersama Hunter,
 “wow kau membekukannya, bagaimana caranya ?” Owen mengetuk air yang membeku dengan tanganya
“i don’t know”
“sepertinya kekuatanmu tidak stabil setelah kau menangani Will”
“master” mereka terkejut dengan kedatangan master Yi yang tiba-tiba,
“apa ruangan ini aman ?”
“aman ?”
“ya karena hal yang kalian tanyakan sangatlah rahasia”
“kami rasa ruangan ini cukup aman”
“baiklah, tapi kalian harus mengaja rahasia ini baik-baik”
Mereka duduk melingkar,
“puisi yang kalian temukan itu ada petunjuk”
“petunjuk master ?”
“ya, petunjuk untuk menemukan tempat yang kurasa bisa mengembalikan Will seperti semula”
“what place ?”
shang ri la ?”
“shang what ?”
“it’s...”
water of immortality ?” Owen memotong perkataan master Yi
“that’s true master ?”
“tidak sepenuhnya. Shang ri la bukan hanya tempat air keabadian, air dari kolamnya bisa menyembuhkan. Keluarga ku telah lama melindungi tempat itu dari dua ribu lima ratus tahun lalu”
“tunggu tapi darimana kau tau tentang water of immortality” kata Hunter pada Owen
“kalian ingat hiroglif itu ?”
“ya”
“semalam aku berhasil membacanya, isinya tentang shang ri la tapi mereka menyebutnya nob-ra-num-tak, dan juga kutukannya”
“kutukan ?”
“ya, jika kau mengingkan keadabian dari airnya saat air itu pertama kali menyentuh kulitmu sebenarnya jiwamu sudah langsung mati. Benarkan master ?”
“sangat benar, black armor pasti mengingkan air itu untuk membangkitkan dark emperor, tanpa mengetahui kutukannya”
“tapi bukankah dark emperor masih tersegel ?” kata Cato
“segel tetaplah segel, memiliki kelemahan dan bahkan bisa dibuka paksa”
“dibuka paksa ?” Hunter terlihat berfikir “jangan-jangan....”
“the moon” kata Cato
“moon ? what happend ?” kata master Yi
“sebenarnya malam sebelum Will membeku tiba-tiba saja bulannya berubah merah. Kami juga mendengar ledakan ?”
“apa ?!”
“selain itu suasana malam itu benar-benar berbada, hawa udaranya sangat-sangat jangal” kata Owen
“berarti kita harus cepat. Mungkin sekarang black armor sedang menuju shang ri la
“tapi master, dimana tempat itu ?”
“kalian masih ingat bunyi puisinya kan ? itu sebuah teka-teki”
“temukan air suci yang tersembunyi di gurun putih. Teratai emas akan menujukan jalan menuju gerbang yang tersembunyi diantara tiang-tiang langit” kata Owen
“gurun putih, white desert ? tapi dimana gurun pasir putih ?” kata Hunter
“kurasa itu bukan pasir, it’s snow”
“lalu bagaimana dengan, teratai emas akan menunjukan jalan menuju gerbang yang tersembunyi diantara tiang-tiang langit”
“salju dan tiang-tiang langit ?” kata Owen “itu pegunungan himalaya ! kekaisaran cina kuno menyebut pegunungan himalaya dengan pegunungan tiang langit. Jadi kurasa gerbang yang dimaksud adalah celah atau gua”
“tapi ada banyak celah dan gua disana” kata Hunter
“kita harus menemukan teratai emas” kata Cato “itu akan menunjukan jalannya”
“sekarang kalian tau kemana kalian harus pergi”
“kami akan pergi master” para Luz lalu pergi meninggalkan ruangan latihan dan menuju ke asrama mereka.


Tiba-tiba udara malam yang sejuk berubah panas, mereka seperti berada didalam sauna,
“Cato apa yang kau lakukan ? apa kau mau membakar kami hidup-hidup” kata Owen sambil menuju ke kamar Cato yang ada disebelahnya
“sorry guy’s”
“kau ini kenapa ?” kata Hunter
“bulan merah itu terus saja muncul di otakku, jadi aku mencoba menghapus itu”
“dan yang terjadi kau hampir membakar kami” kata Owen
“sepertinya masalah ini semakin panjang dan tak berujung” Hunter menjatuhkan tubuhnya keatas tempat tidur Cato
Cato berjalan menuju jendela dan membuka tirai penutup yang berwarna merah, academy terlihat lengang,
“wait that, dua hari lagi gerhana bulan !”
“apa ?!” Cato membuat yang lain kaget, Hunter bahkan terbangun
“are you serius ?” Owen menghampiri Cato
“ya, selama dua hari menjelang gerhana segel akan melemah dan kemudian akan kehilangan kekuatannya karena satu elemen tidak seimbang dan kalian tau apa itu, air”
“air ?”
“kau tau kan, api bangkit dengan matahari dan air bangkit bersama bulan... semuanya jelas sekarang !”
“maksud mu ?” kata Hunter
“Will, bulan lalu segelnya. Semuanya berhubungan. Kemasi barang-barang kalian, kita ke China sekarang”
“tapi...”
“cepatlah Owen”

“bagaimana dengan Will ?”
“aku akan membawanya” Cato segera mengangkat Will dan mengendongnya di punggung
Mereka segera keluar asrama dan berjalan cepat menuju gerbang,
“tapi bagaimana cara kita melewati gerbang itu ?” kata Hunter
“hei aku sudah berusaha memperingatkan kalian” kata Owen “tapi kalian tidak ada yang mendengarkanku”
“kalian mau kemana ?” seorang penjaga gerbang menanyai mereka
“kami harus keluar”
“teman kami sakit, harus segera di bawa ke London”
“apa kalian tidak tau peraturannya ? murid academy dilarang keluar”
“kecuali ada izin”
“master ?” master Yi mendadak muncul
“aku mengizinkan mereka pergi, jadi bukalah gerbangnya” kata Master Yi
“terima kasih master”
“hati-hatilah” Master Yi lalu mendekat “keponakanku aja menjadi pemandu kalian, semoga kalian beruntung”
Mereka lalu pergi,
“kenapa kita kesini” kata Owen
Mereka berada di padang rumput yang sangat luas,
“menunggu pesawat yang akan mengantar kita ke Tibet” kata Hunter, ia menekan sesuatu di ponselnya,
Tak lama sebuah kilatan cahaya muncul dari arah barat dan semakin mendekat,
“tumpangan kita datang” kata Hunter
“wow ini seperti pesawat milik X-men” kata Owen

“Owen kau bisa menjadi co-pilot ?”
“serahkan itu padaku”
Hunter dan Owen duduk didepan sementara Cato dan Will dibelakang, memang hanya ada empat kursi didalam,
“tuan-tuan, kita menuju ke Tibet” Hunter menekan beberapa tombol di atas kepalanya dan mesin pun menyala,
“tarik tuas bersamaan, satu dua tarik !”

Perlahan pesawat pulai terangkat lalu melesat dengan kecepatan tinggi,


To Be Continued,...

Bagaimana dengan perjalanan mereka menuju Tibet dan apakah mereka sampai di Shang Ri La dan membawa Will kembali ?

Ikuti kisahnya di :
The Light and The Dark : Chapter 3



Stories Kingdom Company, mengucapkan 

SELAMAT TAHUN BARU 2015 dan Turut berduka cita atas tragedi yang menimpa pesawat Air Asia, semoga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan, amin .
Share:

Find us on Facebook

Facebook

BTemplates.com

GENRES

Pages

About My

Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Labels