Just expresion my mind

Jumat, 04 September 2015

My Work : Tugas Komposisi Foto Digital - Pengenalan Fotografi

     Pengertian
Fotografi  (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata dalam bahasa Yunani yaitu “Photos”: cahaya dan “Grafo”: Melukis) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. 
Fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya.
Fotografi adalah sebuah kegiatan atau proses menghasilkan suatu seni gambar/foto melalui media cahaya dengan alat yang disebut kamera dengan maksud dan tujuan tertentu. (Wikipedia)

Sejarah fotografi
Sejarah Fotografi dimulai pada abad ke-19. Tahun 1839 merupakan tahun awal kelahiran fotografi. Pada saat itu, di Perancis dinyatakan secara resmi bahwa fotografi adalah sebuah terobosan teknologi. Saat itu, rekaman dua dimensi seperti yang dilihat mata sudah bisa dibuat permanen.
Sejarah fotografi bermula jauh sebelum Masehi. Pada abad ke-5 Sebelum Masehi (SM), seorang pria bernama Mo Ti mengamati suatu gejala. Jika pada dinding ruangan yang gelap terdapat lubang kecil(pinhole), maka di bagian dalam ruang itu akan terefleksikan pemandangan di luar ruang secara terbalik lewat lubang tadi. Mo Ti adalah orang pertama yang menyadari fenomena kamera obscura. 
Berabad-abad kemudian, banyak yang menyadari dan mengagumi fenomena ini, sebut saja Aristoteles pada abad ke-3 SM dan seorang ilmuwan Arab Ibnu Al Haitam (Al Hazen) pada abad ke-10 SM, yang berusaha untuk menciptakan serta mengembangkan alat yang sekarang dikenal sebagai kamera. Pada tahun 1558, seorang ilmuwan Italia, Giambattista della Porta menyebut ”camera obscura” pada sebuah kotak yang membantu pelukis menangkap bayangan gambar.
Nama kamera obscura diciptakan oleh Johannes Kepler pada tahun 1611. Johannes Kepler membuat desain kamera portable yang dibuat seperti sebuah tenda, dan memberi nama alat tersebut kamera obscura. Didalam tenda sangat gelap kecuali sedikit cahaya yang ditangkap oleh lensa, yang membentuk gambar keadaan di luar tenda di atas selembar kertas.
Berbagai penelitian dilakukan mulai pada awal abad ke-17 ,seorang ilmuwan berkebangsaan Italia – Angelo Sala menggunakan cahaya matahari untuk merekam serangkaian kata pada pelat chloride perak. Tapi ia gagal mempertahankan gambar secara permanen. Sekitar tahun 1800, Thomas Wedgwood, seorang berkebangsaan Inggris bereksperimen untuk merekam gambar positif dari citra pada kamera obscura berlensa, hasilnya sangat mengecewakan. Humphrey Davy melakukan percobaan lebih lanjut dengan chlorida perak, tapi bernasib sama juga walaupun sudah berhasil menangkap imaji melalui kamera obscura tanpa lensa.
Akhirnya, pada tahun 1824, seorang seniman lithography Perancis, Joseph-Nicephore Niepce (1765-1833), setelah delapan jam meng-exposed pemandangan dari jendela kamarnya, melalui proses yang disebutnya Heliogravure (proses kerjanya mirip lithograph) di atas pelat logam yang dilapisi aspal, berhasil melahirkan sebuah gambar yang agak kabur, berhasil pula mempertahankan gambar secara permanen. Ia melanjutkan percobaannya hingga tahun 1826, inilah yang akhirnya menjadi sejarah awal fotografi yang sebenarnya. Foto yang dihasilkan itu kini disimpan di University of Texas di Austin, AS.
Penelitian demi penelitian terus berlanjut hingga pata tanggal tanggal 19 Agustus 1839, desainer panggung opera yang juga pelukis, Louis-Jacques Mande’ Daguerre (1787-1851) dinobatkan sebagai orang pertama yang berhasil membuat foto yang sebenarnya: sebuah gambar permanen pada lembaran plat tembaga perak yang dilapisi larutan iodin yang disinari selama satu setengah jam cahaya langsung dengan pemanas merkuri (neon). Proses ini disebut daguerreotype. Untuk membuat gambar permanen, pelat dicuci larutan garam dapur dan asir suling. Januari 1839, Daguerre sebenarnya ingin mematenkan temuannya itu. Akan tetapi, Pemerintah Perancis berpikir bahwa temuan itu sebaiknya dibagikan ke seluruh dunia secara cuma-cuma.
Fotografi kemudian berkembang dengan sangat cepat. Melalui perusahaan Kodak Eastman, George Eastman mengembangkan fotografi dengan menciptakan serta menjual roll film dan kamera boks yang praktis, sejalan dengan perkembangan dalam dunia fotografi melalui perbaikan lensa, shutter, film dan kertas foto.
Tahun 1950, untuk memudahkan pembidikan pada kamera Single Lens Reflex maka mulailah digunakan prisma (SLR), dan Jepang pun mulai memasuki dunia fotografi dengan produksi kamera Nikon yang kemudian disusul dengan Canon. Tahun 1972 kamera Polaroid temuan Edwin Land mulai dipasarkan. Kamera Polaroid mampu menghasilkan gambar tanpa melalui proses pengembangan dan pencetakan film.

Jenis jenis fotografi

Photo journalism


Meskipun amatir bisa masuk ke bidang ini tanpa pelatihan formal, photojournalism sering terbatas pada profesional. Salah satu alasan jurnalistik umumnya dipraktekkan oleh para profesional adalah bahwa photojournalists serius, harus yakin bahwa tembakan mereka mempertahankan integritas adegan asli. Photojournalism membutuhkan fotografer untuk menembak hanya fakta, tidak ada perubahan atau manipulasi pada foto.Gambar Photo journalism sering melibatkan pemirsa dengan berita. Misi dasar Photojournalism adalah mengambil gambar untuk menemani berita (apakah itu disiarkan atau diterbitkan di koran).

 Documentary Photography

Lewis Hine dan James Van DerZee adalah dua pelopor fotografi dokumenter.Fotodokumenter menceritakan kisah dengan gambar. Perbedaan utama antara foto jurnalistik dan fotografi dokumenter adalah bahwa fotografi dokumenter dimaksudkan untuk melayani sebagai dokumen sejarah era politik atau sosial, sementara photojournalism adegan tertentu atau contoh, seorang fotografer dokumenter menembak serangkaian gambar dari pusat kota tuna wisma atau rentetan peristiwa pertempuran internasional. Setiap topik dapat menjadi subyek fotografi dokumenter.Seperti foto jurnalistik, fotografi dokumenter berusaha untuk menunjukkan kebenaran tanpa memanipulasi gambar.

 Action Photography
Action Photography

biasanya dilakukan pada fotografi olahraga, mengambil object-object yang bergerak cepat dan fotografi jenis ini di golongkan pada fotografi yang paling menarik dari fotografi.Seperti halnya tindakan seorang fotografer olahraga yang baik harus tahu subjek nya cukup baik untuk mengantisipasi kapan harus mengambil gambar. Aturan yang sama berlaku untuk fotografer yang mengambil gambar aksi hewan di alam atau pesawat lepas landas


 Macro photography
Macro photography menggambarkan bidang fotografi di mana gambar diambil dari jarak dekat.Setelah dibatasi untuk fotografer dengan peralatan canggih dan mahal, macro photography sekarang lebih mudah bagi amatir untuk berlatih dengan kamera digital dengan pengaturan makro.Subyek photography macro mungkin termasuk serangga, bunga, tekstur tenunan sweter atau benda yang mengungkapkan detail yang menarik.  Setiap benda kecil dapat menjadi subjek untuk fotografi makro. Sebuah foto makro yang baik mengungkapkan detail dan tekstur pada objek yang tidak dapat diamati dengan fotografi biasa atau oleh mata undiscerning. Menurut definisi, subyek fotografi makro are endless! Karena fotografi makro meningkatkan rincian dari subjek, alam berfungsi sebagai subjek yang sangat baik bagi mereka. 

Glamour Photography
Glamour adalah fotografi romantis yang dimaksudkan untuk menjadi erotis tanpa pornografi. Berfokus pada ketelanjangan atau pose seram, fotografi glamour berusaha untuk menangkap subjek dalam pose yang menekankan kurva dan bayangan. Seperti namanya, tujuan fotografi glamor adalah untuk menggambarkan model dalam cahaya glamor.Tembakan glamour banyak membawa genit dan misterius











 Aerial Photography
Aerial Photography atau fotografi udara biasa digunakan untuk keperluan pemetaan, survei, penggukuran tata ruang dan pertanian, atau untuk tujuan militer.Fotografer udara menggunakan pesawat, ultralights, parasut, balon dan pesawat remote control untuk mengambil gambar dari udara.

 Underwater Photography
Fotografi bawah/dalam air biasanya digunakan oleh penyelam scuba atau perenangsnorkel.Namun, biaya scuba diving ditambah dengan peralatan fotografi sering mahal dan berat di bawah air, membuat ini menjadi salah satu kekurangan umum pada fotografi bawah air.









  Art Photography
Fotografi artistik dapat merangkul berbagai mata pelajaran.Sementara fotografer alam dapat menggunakan fotografi bawah air untuk membuat seni pertunjukan berdasarkan kehidupan laut, menunjukkan potret seorang fotografer mungkin fitur portraitures artistik hitam dan putih.Dalam semua kasus, foto-foto harus memiliki nilai estetika seni.Fotografi Seni Rupa juga dikenal hanya sebagai seni fotografi, mengacu pada cabang fotografi yang didedikasikan untuk memproduksi foto untuk tujuan murni, yaitu estetika.

 Advertising Photography
Karena fotografi memainkan peran penting dalam periklanan, fotografer profesional banyak mengabdikan karier mereka untuk fotografi iklan.Kebutuhan untuk menyalin iklan unik dan eye-catching berarti fotografer dapat bekerja dengan beberapa jenis fotografi, termasuk macro photography dan fotografi glamor.














 Travel Photography
Fotografi perjalanan dapat span beberapa kategori fotografi, termasuk iklan, film dokumenter atau fotografi vernakular yang menggambarkan rasa terutama lokal atau historis. Seorang fotografer perjalanan dapat menangkap nuansa lokasi dengan baik lanskap dan potret.

 Wedding Photography
Fotografi pernikahan adalah campuran dari berbagai jenis fotografi. Meskipun fotografi pernikahan adalah sebuah film dokumenter dari hari pernikahan, foto pernikahan dapat retouched dan diedit untuk menghasilkan berbagai efek. Sebagai contoh, seorang fotografer bisa mengobati beberapa gambar dengan toning sepia untuk memberi efek lebih klasik.Selain itu, seorang fotografer pernikahan harus memiliki kemampuan fotografi potret, dia juga mungkin harus menggunakan teknik fotografi glamour untuk menangkap gambar pengantin agar terlihat lebih baik.

Nature Photography
merujuk pada aktivitas fotografi yang dilakukan di lapangan dan berkaitan erat dengan elemen - elemen alama seperti kehidupan liar, tanaman dan pemandangan alam serta tekstur. Kegiatan fotografi ini ditujukan untuk menangkap foto aksi binatang, seperti makan, berkelahi, atau terbang. Meskipun seringkali diambil dalam alam liar, daerah pertanian juga sering menjadi lokasi untuk pemotretan fotografi alam liar.

Studio Photography
Fotografi studio adalah jenis fotografi yang pada awalnya banyak dilakukan di dalam ruangan untuk menciptakan gambar sesuai keinginan fotografer. Fotografi jenis ini memerlukan banyak campur tangan teknis agar gambar yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan yang direncanakan.






Infrared (IR) photography
adalah suatu teknik dalam bidang fotografi untuk merekam cahaya yang oleh mata telanjang tidak dapat dilihat dan oleh karena itu diperlukan filter yang menampik hampir semua cahaya spektrum yang terlihat oleh kita dan mengijinkan cahaya inframerah (IR) untuk diteruskan masuk ke kamera, dengan catatan bahwa sensor atau film dalam kamera tersebut harus sensitif terhadap cahaya inframerah. Ketika teknik tersebut digunakan, hasil dari foto inframerah bisa menjadi foto hitam-putih yang kontras atau foto false-color, seperti contohnya warna daun yang hijau segar akan terlihat putih, pemandangan yang panas akan tampak seperti di musim salju dan seperti di dunia lain.

Night Photography
Jenis fotografi yang mengambil objek atau foto pada malam hari atau senja setelah matahari tenggelam. Saat langit mulai gelap. Objek fotografi ini tidak terbatas pada langit malam, tetapi bias juga mengambil objek lain seperti kembang api, pemandangan malam sebuah kota, atau benda lain yang mungkin menjadi objek lainya.











Landscape Photograph
Fotografi yang mengambil objek berupa pemandangan alam atau bagian dunia lainya. Fotografi ini mirip dengan foto alam atau nature photography.









Flower Photography
Fotografi yang hanya berfokus pada objek tanaman terutama bunga.










Astro Photography
Fotografi ini mirip dengan fotografi malam atau night photography. Bedanya Asto photography lebih focus mengambil objek benda-benda langit dan berkaitan dengan dunia astronomi seperti hujan meteor atau foto langit berbintang diatas gunung.



Black and White Photography
Fotografi dengan warna hitam putih. Semua foto yang dihasilkan akan berwarna hitam dan putih seperti fotografi lama.


Candid Photography















Objek candid photography tidak menyadari jika sedang diambil gambar atau fotonya. Jenis fotografi satu ini sering disebut sebagai fotografi tidak sengaja dan para fotografernya sering disebut seperti paparazzi karena mereka sama-sama memburu foto tanpa diketahui.





Panoramic Photography
Jenis fotografi yang pengambilan objeknya menyeluruh tiga ratus enam puluh derajat sehingga semuanyaterlihat. Foto yang dihasilkan akan memanjang atau horizontal dan berbeda dengan foto yang lain. Ini merupakan cirri khas dari panoramic photography.

Street Photography
Fotografi yang menampilkan objek candid di jalanan. Objek fotografi ini bisa apapun yang ditemukan di jalan oleh seorang fotografer.









Wild Life Photography
Fotografi kehidupan liar. Fotografi yang berfokus pada kehidupan para satwa di hutan, savanna afrika atau tempat-tempat liar yang lain. Foto yang mendokumentasikan kehidupan satwa liar di habitat alaminya.

 Portrait photography
Jenis fotografi yang pengambilan gambar objeknya berfokus pada wajah dan ekspresi mereka.
















Formal photography
Foto dengan gaya formal. Seperti pada foto sekolah atau foto pernikahan. Biasanya foto formal juga menggunakan pakaian formal seperti jas dan juga gaun.







Sumber :
Share:

Sixsence dan Six Love : The Other Part (Cerpen)



Harusnya Aku Ikut Mati Saja


Siapa bilang punya kembaran itu enak. Serius gak enak sama sekali. Kalo lo yang jadi adiknya, tau deh rasannya gimana. Lo bakal sering di banding-bandingin sama kakak lo. Hei gue adalah gue, dan dia adalah dia. Gak mungkin gue jadi kakak gue, dan gak mungkin juga kakak gue jadi gue kan ?. Walaupun kita satu rahim dan satu plasenta, tetep aja kita beda. Kita itu kaya yin sama yang. Hitam dan putih. Jauh bedannya.


“darimana kamu ? kenapa baru pulang. Dirga udah pulang dari tadi !”
Baru juga pulang, udah langsung kena marah-marah. Gak tau apa kalo gue itu capek !
“basket, aku capek”
“Dikta ! dengerin dulu ! Mama belum selesai ngomong !”
“Mama mau ngomong apa lagi ? mau ngebandingin aku sama Dirga lagi ? aku ya aku Ma, Dirga ya Dirga. Gak bisa aku jadi Dirga atau Dirga jadi aku”
Daripada gue makin capek mending gue langsung ke kamar, tidur. Berharap hari ini cepat berlalu.

“Ta...”
Suara kakak gue berhasil ngebangunin gue.
“Ta, bangun. Mandi trus turun ke bawah. Udah ditungguin buat makan malem bareng”
“gue udah bangun dan udah mandi”
“ya udah turun, udah ditungguin”

Flasback,

Gue kasih tau sedikit soal kakak gue, Dirga. Kalo kita disandingin emang muka kita sama. Ralat hampir sama. Kata temen-temen gue – gue sama kakak gue satu sekolah walaupun gak sekelas – Dirga itu kalem, penurut, baik, sopan. Pokoknya yang bagus-bagus deh nempel sama kakak gue. Sementara gue,

“lo itu rada frontal, lo gak suka aturan apalagi di kekang. Serius ni, pertama kali gue liat abang lo gue langsung bisa nebak dia orangnya kalem kalo lo .... em apa ya, rada galak. Apalagi alis lo itu runcing gitu dan tatapan lo itu menusuk”
“lo bilang gitu karena lo suka sama kakak gue, La”
Shilla, satu dari sekian cewek disekolah ini yang nge-fans sama kakak gue.

“gak ah, gue cuma nge-fans doang sama abang lo”
“iya, nge-fans habis itu jadi suka. Klise”
“diam lu Pin”
Nama aslinya Kevin padahal udah keren. Gara-gara kelurgannya terutama neneknya sering manggil Kepin, keterusan deh. Lebih akrab dipangggil Epin daripada Kevin.

End of flasback.

Dengan malasnya gue turun kebawah, menuju ruang makan. Tumben bisa makan malem, pasti ada apa-apanya. Ada udang dibalik batu.

“gak usah mikir aneh-aneh. Ini cuma makan malem biasa” kata Dirga lirih
Mitos kalo anak kembar itu bisa tau isi hati saudarannya itu emang bener. Gue bisa tau isi hatinya Dirga dan begitu pula sebaliknya.
“gak percaya”
“udah deh gak usah ngedumel. Kaya cewek lagi pms”
Dirga langsung berjalan cepat menurui tangga. Tu kan, Dirga itu berani nampakin sisi aslinya didepan gue doang. Didepan semua orang dia bakalan jadi cowok keraton. Bener-bener pinter jaimnya alias jaga image. Masuk fakultas teater-nya NYU kayanya Digra gak bakal kesulitan.

*****

Hari ini gue kabur untuk kesekian kalinya dan gue juga bolos sekolah. Daritadi ponsel gue bunyi tapi gue biarin tergeletak gitu aja diatas rumput. Paling bentar lagi Dirga bakal nemuin gue kaya biasannya.

Lagi-lagi gue ribut, gak cuma Mama, Papa juga ikut-ikutan. Bahkan hampir aja gue kena tampar kalo Dirga gak bersikap seperti pahlawan kesiangan. Biarin gue kena tampar, biar gue sakit sekalian. Gak cuma hati ! biar fisik gue ikutan sakit !. Dan habis itu gue bakal mati dengan sakit pula. Sebenernya masalah kali ini sepele. Gue disuruh keluar dari basket dan fokus belajar. Gue gak mau dan debat sama Mama, lalu Papa ikut-ikutan. Akhirnya gue keluarin emosi gue yang udah gue pendem.

“ngapain sekolah tinggi-tinggi kaya Papa kalo kerjannya jadi bawahan ! Bos Papa lulusan SMA kan ? trus Papa sarjana ekonomi ? siapa yang seharusnya jadi atasan dan siapa harusnya jadi bawahan?”


Ini tempat favorit gue buat menyendiri. Dari atas bukit ini gue bisa liat seluruh Ciwidey. Kebun teh dan jalan berkelok yang seperti ular panjang tepat dibawah sana. Rasanya nyaman dan bebas, sangat bebas. Tanpa suara Mama atau Papa yang marah-marah, hanya siulan angin yang meniup dedaunan.

“akhirnya lo nemuin gue”
“ayo pulang”

“apa ? pulang ? itu rumah lo bukan rumah gue ! mending lo pulang deh ! males gue daripada nyokap sama bokap lo itu nanti nyalahin gue lagi gara-gara lo telat pulang”
“mereka juga orang tua lo Ta”
“mereka bukan orang tua gue ! orang tua gue udah mati !”

“Dikta !” baru kali ini gue liat Dirga nunjukin emosi-nya yang biasanya ia tutupi dengan rapat.
“apa ? lo mau apa sekarang ? hah !. Lo gak bakal faham kondisi gue ! kita emang kembar tapi gue udah bilang berkali-kali kita beda ! kita itu kaya yin sama yang”

“justru karena kita kembar gue jadi punya ikatan kuat sama lo”
“ikatan lo bilang ?”

“ayo pulang Ta. Kasian Mama khawatir, Papa sampe gak berangkat kerja”
“bodo ! orang tua gue udah mati !”

“iya ! orang tua kita emang udah mati ! puas lo sekarang !”
Rasanya seperti mendengar sebuah petir menyambar dengan suara menggelegar disaat hari sedang panas terik. Ditambah ucapan itu terdengar dari mulut Dirga dengan emosi yang meluap-luap.

“lo bilang apa ?”
“orang tua kita udah mati ! mati Ta ! mereka meninggal demi kita bertiga”
“tiga ?”
“Distya, anak pertama. Distya meninggal bersama orang tua kita. Luka di pelipis kanan lo, itu gara-gara kecelakaan. Kita berdua selamat karena kita terlempar keluar dari mobil sebelum mobil itu masuk semakin dalam ke jurang. Kita dibesarin di panti asuhan sebelum akhirnya Mama ngeadopsi kita”

Angin tiba-tiba berhembus. Padahal sore itu gak berangin sama sekali, tenang. Bahkan langit tak berawan. Bersih berwarna senja.

“gak..... ! gue gak percaya .....! lo bohong ! lo pembohong !”
“gue gak bohong Ta ! Papa yang ngira kamu kesana gara-gara surat adopsi ada di luar brangkasnya Papa. Dan semuanya terbongkar”

 “harusnya gue ikut mati........”


Share:

My Work : Tugas Komposisi Foto Digital - Jenis-jenis Kamera


Compact Digital :
Memiliki Ciri-Ciri Sebagai Berikut :
1. Ada mode exposure manual
2. Berukuran sensor besar
3. Dapat memilih format foto RAW 

4. Punya hotshoe untuk dudukan flash external/aksesoris
5. Bodi kamera biasanya lebih besar dari biasanya.


 Kamera Digital biasanya di bikin Mudah di gunakan dan harga relatif murah… di bawah 1.5 juta.  kamera ini cocok bagi temen yg masih pemula atau Ingin punya Kamera yg lebih bagus dari kamera  handphone kalian. 1/2’3 ~ 1/2,5 sensor yg digunakanya
dan tipe CCD walaupun Megapixel yg besar jangan harap hasil yg Crystal Clear. Kamera Digital ini Rata Rata Auto.. jangan harap ada settingan
Manual di sana.. walaupun beberapa jenis kamera ada yg menyediakan Fitur Tersebut.


 Prosumer
Memiliki Ciri-Ciri Sebagai Berikut :
   Kamera prosumer terdiri dari dua jenis, yaitu Kamera prosumer berbentuk Kamera digital SLR (DSLR-like) yang juga disebut Bridge Camera dengan lensa tetap yang tak dapat dilepas, sedangkan MILC walaupun lensanya dapat dilepas, tetapi tidak memiliki Cermin Reflex dan tentunya juga tidak memiliki Optical Viewfinder dan sebagai gantinya dipakai Electronical Viewfinder atau layar LCD saja. Disebut Bridge Camera, karena pada awalnya sebagai jembatan antara Kamera saku digital dengan Kamera digital SLR, memiliki mode PSAM (Program, Speed, Aperture/Diafragma dan Manual), seperti halnya Kamera digital DSLR. Tetapi sekarang ini mode PASM kadang-kadang juga dimiliki oleh Kamera saku digital. Saat ini, Features dan Harga antar jenis kamera saling tumpang tindih, sehingga bisa saja Kamera saku digital harganya lebih mahal daripada Kamera digital SLR. 

Kamera Prosmer Biasanya memberikan Kualitas gambar yg lebih baik Bahkan Mendekati Consumer Level DSLR
dengan tehnologi Canggih seperti Canon Digic 5 , Fujifilm EXR Technology , Sony EXMOR dan sejenisnya
Sensor yg Besar bertipe CMOS , Settingan Full Manual M dan Semi Manual P S A dengan Betuk yg Compact
membuatnya Kamera ini cocok buat Enthusiast dan Fotografer. tetapi kurang cocok buat pemula karena
Setinggan Manual nya terkadang hanya di mengerti orang yg bener bener ngerti fotografi. tetapi Harganya
2 bahkan 3 kali dari Kamera Dgital biasa..



Bridge Camera
Memiliki Ciri-Ciri Sebagai Berikut :   kemampuan zoomnya yang saat ini sudah melampaui 50x bahkan 60x dan untuk itu diperlukan sistem stabilisasi yang mumpuni, sehingga ada Bridge Camera yang dilengkapi dengan 5-axis Image Stabilization (Pitch, Yaw, Roll, Vertical Shift and Horizontal Shift), sehingga lebih unggul dari pada Sistem Stabilisasi yang dimiliki oleh Kamera digital SLR. Image Stabilization yang unggul juga berguna untuk pengambilan gambar video sambil berjalan dan tentunya juga dapat mengambil foto dengan Kecepatan yang lebih lambat. Salah satu kelemahan Bridge Camera adalah untuk indoor photography dimana pencahayaannya terbatas, karena dengan sensornya yang kecil, maka ISO dimana noisenya masih dapat diterima hanya mencapai 200. Built-in Flashnya tidak dapat diandalkan dan sebaiknya memakai External Flash, tetapi hanya beberapa Bridge Camera yang memiliki slot untuk External Flash (hotshoe).


Zoom Besar , Kualitas Gambar Bagus , All in One.. Ultimate Tools. biasanya Camera Jenis ini adalah
Kamera “kedua” sang fotografer. Bentuknya Seperti DSLR dengan Lensa Super Zoom..
Biasanya dari range 24mm – 720mm , 22mm – 660mm . Lensa Tele.

Dengan kecepatan Continous Drive yg cepat.. 11 fps , 8fps , Full HD Movie
bisa di pasang Filter dan Converter di depan lensanya untuk keleluasan pengguna
Sayangnya GA BISA DI GANTI LENSA …

Dan juga Sensor yg Sama dengan Prosumer. jadi sensornya tidak sebesar DSLR
tetapi Kualitasnya tak Semaksimal DSLR. tetapi hal tersebut di bayar dengan
Lensa Zoom yg Panjang dan Jarak Fokus minimum yg pendek yaitu 1cm (HS20EXR )

Harganya juga kompetitif.. kisaran 1.5 hingga 4 jutaan . walaupun ada yg 7 jutaan ( XS1)
bagi anda yg ingin traveling.. males bawa DSLR + Lensa ini itu.. Brigde adalah Jawabanya.
Karena Bridge juga bisa Manual dan Lain lain seperti DSLR. bahkan dari segi tehnologi
Bridge terkadang Lebih canggih dari DSLR seperti menggunakan BSI CMOS Sensor
EXR Processor ( Fujifilm ) , Noise Reduction Control , High Speed Recording..


Consumer DSLR


Memiliki Ciri-Ciri Sebagai Berikut :
Bisa Ganti Lensa
Memiliki Jenis Body Warna Lebih dari 1
Harga Relatif murah 4 - 6 Juta
Menggunakan Lensa Kit 18-55mm

DSLR , Bisa Ganti Lensa , Dan Warna Warni… heheh.. harga relatif kompetitif.. 4 Juta Sampe 6 Jutaan..
Dengan Lensa Kit 18-55 , Kualitas gambar yg Bagus. menjadi pilihan anak Muda yg mau Masuk DKV sih rata rata





Mirrorless 

Kamera Mirrorless adalah kamera yang pada dasarnya sama seperti kamera DSLR tapi tidak memakai cermin/pentaprisma. Mirrorless mempunyai banyak nama lain seperti Mirrorless Interchangeable-Lens Camera (MILC), Compact System Camera (CSC), Mirrorless System Camera (MSC), Digital Single Lens Mirrorless (DSLM).

Memiliki Ciri-Ciri Sebagai Berikut : 

1. Ukurannya yang relatif kecil, 
2. Beratnya yang ringan, 
3. Lensa yang dapat diganti-ganti,
4. Hasil bidikan yang dihasilkan juga tidak jauh beda dengan DSLR,5. Karena beberapa mirrorless ada yang sudah full format.

Hybrid atau Mirorrless ini adalah kamera Mirip DSLR tanpa Mirror.. dengan bentuk yg Kompak
Biasanya memiliki Kemampuan yg sama dengan DSLR dengan snsor 4/3 dan APSC
memberikan Kualitas Gambar yg sama. dan bisa ganti ganti Lensa memberikan nilai + sendiri
Betuk Kompak + Kualitas Bagus. siapa sih yg gamau ?
walaupun dengan harga di atas Consumer DSLR.. bermain di angka 7 Juta.

Semi Pro-DSLR

Memiliki Ciri-Ciri Sebagai Berikut : 
Ciri yang paling menonjol adalah lensa yang dapat dibuka/diganti, sehingga fotografer dapat memilih lensa sesuai yang diinginkan.
Yang membedakan antara Pro dan Semi Pro adalah kemampuan sensor(CCD) dalam menangkap gambar. Pada DSLR –Pro , CCD sudah mengadopsi 1/1 (terbuka penuh). Kemudian pada memori DSLR-Pro sudah menggunakan High Speed Memory. Disamping itu fasilitas fitur-fitur pada kedua jenis ini hampir sama, bisa dioperasikan dengan berbagai pilihan program maupun manual.

FULLFRAME atau APSH kualitas ga perlu di ragukan lagi deh…
dengan harga 20 ~ 50 jutaan body nya. biasanya sih di gunakan di Studio Foto
yg make juga Pro Pro aja…



 Boutique


Memiliki Ciri-Ciri Sebagai Berikut :
Kamera Butik , Stylish yet Powerfull. dengan rata rata menggunakan Sensor Fullframe ( Leica M9 ) atau APS C ( X100 ) dengan kualitas gambar yg tak perlu di ragukan. menurut Kai W seorang Fotografer dari Hongkong. Kualitas Kamera Butik lebih bagus daripada Fullframe DSLR seperti D3S , dan Butik APSC seperti X100 mengalahkan EOS7D dari segi Image Quality menurut DXO Mark.
Kamera Butik , Stylish yet Powerfull. dengan rata rata menggunakan Sensor Fullframe ( Leica M9 ) atau APS C ( X100 ) dengan kualitas gambar yg tak perlu di ragukan. menurut Kai W seorang Fotografer dari Hongkong. Kualitas Kamera Butik lebih bagus daripada Fullframe DSLR seperti D3S , dan Butik APSC seperti X100 mengalahkan EOS7D dari segi Image Quality menurut DXO Mark. dengan bentuk yg Compact.

Medium Format DSLR
Kamera Medium Format merupakan kamera yang biasanya menggunakan rollfilm. Besarnya format film pada kamera ini ditentukan oleh panjang foto yang direkam diatas kamera. Pada umumnya format film pada Kamera Medium Format dimulai dari format film 4,5X6, 6X6, 6X7, 6X8, 6X9, atau ada juga panorama kamera dengan format sampai dengan 6X17.
Pada umumnya pemakaian kamera dengan format ini jarang sekali ditemui pada kebanyakan penggemar fotografi, ini dikarenakan harga film serta pencetakan film yang agak mahal dibandingkan dengan kamera jenis SLR. Kelebihan dari kamera medium format ini adalah pada kualitas hasil foto yang bisa dicetak dengan ukuran besar, sehingga kebanyakan kamera ini dipakai untuk tujuan komersial atau reproduksi seperti foto untuk pemasangan iklan di poster, baliho, billboard, dsb.



Sumber :


Share:

Find us on Facebook

Facebook

BTemplates.com

Pages

About My

Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran